Beritalogy – Seorang pria yang kedapatan diduga hendak mencuri seng dan perkakas rumah di Medan mendapat respons tak terduga. Setelah sempat mendapat pukulan dari warga, ia justru diberi makanan karena mengaku kelaparan. Peristiwa tersebut terjadi di Jalan Datuk Rubiah, Kelurahan Rengas Pulau, Kecamatan Medan Marelan, Sumatra Utara. Rekamannya kemudian beredar di media sosial dan menarik perhatian. Di tengah persoalan dugaan pencurian, keputusan warga menyodorkan makanan menghadirkan sisi kemanusiaan. Namun, pengakuan pria itu mengenai kondisinya tetap perlu dipahami sebagai keterangannya sendiri.
Baca Juga: Pria Berompi Biru Congkel Ornamen Underpass Bekasi, Polisi Selidiki
Teriakan Pemilik Rumah Mengundang Kedatangan Warga
Kepala Lingkungan 28 Kelurahan Rengas Pulau, Salman Alfarisi, membenarkan kejadian tersebut. Berdasarkan keterangannya, peristiwa berlangsung pada Sabtu, 17 Oktober 2026, sekitar pukul 11.00 WIB. Pemilik rumah sempat berteriak ketika mengetahui aktivitas pria itu. Mendengar teriakan tersebut, warga sekitar kemudian berdatangan. Salman menjelaskan bahwa pria tersebut tertangkap sebelum berhasil membawa barang. Dengan demikian, pemilik rumah tidak mengalami kehilangan. Meski begitu, situasi sempat memanas karena warga menduga pria tersebut hendak mengambil seng dan perkakas dari rumah itu.
Pria Itu Sempat Mendapat Pukulan
Respons awal warga ternyata tidak langsung berupa pemberian makanan. Menurut laporan yang diterima Salman, pria tersebut sempat mendapat beberapa pukulan setelah tertangkap. Keterangan ini melengkapi gambaran video yang memperlihatkan dirinya sedang menyantap makanan. Karena itu, kejadian tersebut tidak sepenuhnya berlangsung tenang sejak awal. Ketegangan baru mereda setelah warga menanyakan alasan tindakannya. Bagian ini penting agar cerita tidak mengaburkan kekerasan yang sempat terjadi. Pemberian makanan menjadi perubahan respons warga setelah situasi sebelumnya dipenuhi emosi.
Mengaku Belum Makan Selama Tiga Hari
Saat warga menanyainya, pria itu mengaku kelaparan dan sudah tiga hari tidak makan. Salman menyampaikan pengakuan tersebut ketika menjelaskan kronologi kejadian. Namun, informasi yang tersedia tidak memuat pemeriksaan lebih lanjut mengenai kebenaran maupun latar belakang kondisinya. Oleh sebab itu, pengakuan tersebut tidak dapat langsung dianggap sebagai penyebab pasti dugaan pencurian. Meski demikian, perkataannya membuat respons warga berubah. Mereka kemudian berinisiatif memberikan makanan. Dari sinilah kejadian yang semula menegangkan berkembang menjadi momen yang menarik perhatian di media sosial.
Warga Menyodorkan Makanan di Tengah Kerumunan
Dalam rekaman yang beredar, pria bersinglet hitam dan bertopi itu tampak berjongkok sambil menyantap makanan. Sesekali, ia menjawab pertanyaan warga yang berada di sekitarnya. Adegan tersebut memperlihatkan perubahan suasana setelah ketegangan sebelumnya. Warga tetap meminta penjelasan, tetapi juga merespons pengakuan lapar dengan memberikan makanan. Tindakan sederhana ini menjadi bagian paling menonjol dari kejadian tersebut. Memberikan pertolongan tidak otomatis membenarkan dugaan perbuatannya. Namun, kebutuhan seseorang untuk makan tetap bisa mendapat perhatian di tengah persoalan yang sedang dihadapi.
Baca Juga: Kasus Anak Tewas di Bandung Polisi Dalami Perselisihan Orang Tua
Respons Warga Membuat Kepala Lingkungan Terkejut
Salman mengaku pemberian makanan dalam kejadian seperti ini merupakan pengalaman yang baru baginya di lingkungan tersebut. Ia membandingkannya dengan sejumlah kejadian sebelumnya yang, menurut keterangannya, pernah berujung pada luka berat hingga kematian. Pernyataan itu menunjukkan bahwa respons warga kali ini berbeda dari pengalaman yang ia ketahui. Meski demikian, cerita tersebut juga mengingatkan pada bahaya ketika kemarahan mengambil alih keadaan. Dalam peristiwa ini, keputusan memberikan makanan membantu mengubah arah interaksi. Perhatian kemudian beralih dari emosi menuju pertanyaan mengenai kondisi pria tersebut.
Pemilik Rumah Memilih Menyelesaikan Persoalan secara Damai
Menurut Salman, pemilik rumah akhirnya memilih berdamai karena tidak ada barang yang hilang. Ia menyebut persoalan tersebut telah selesai tanpa melibatkan kepolisian. Keterangan itu menggambarkan penyelesaian yang dipilih para pihak dalam kejadian ini. Namun, informasi yang tersedia tidak menjelaskan rincian kesepakatan maupun langkah setelah pria tersebut menerima makanan. Karena itu, cerita sebaiknya berhenti pada hal yang sudah disampaikan. Keputusan pemilik rumah menjadi bagian penting dalam akhir peristiwa, setelah dugaan percobaan pencurian sempat mengundang kerumunan warga.
Kejadian Siang Hari Menjadi Perhatian Lingkungan
Salman menyebut kejadian serupa pada siang hari cukup jarang terjadi di wilayahnya. Selama ini, pengamanan lingkungan lebih banyak mengandalkan ronda malam secara swadaya. Poskamling tersedia, tetapi kegiatan ronda terkadang tidak berjalan ketika warga memiliki kesibukan lain. Keterangan tersebut memberikan konteks mengenai kebiasaan pengawasan setempat, tanpa membuktikan penyebab kejadian. Peristiwa ini meninggalkan dua hal untuk diperhatikan: kebutuhan menjaga lingkungan dan kemampuan meredakan emosi saat menghadapi dugaan pelanggaran. Sepiring makanan memang tidak menjawab seluruh persoalan, tetapi menjadi bagian penting dari perubahan suasana hari itu.
