Skip to content
cropped-beritalogy.com

Beritalogy

Beritalogy adalah portal berita digital yang menghadirkan berita terkini, analisis, bisnis, teknologi, kesehatan, dan informasi terpercaya setiap hari.

Primary Menu
  • Beranda
  • Ekonomi
  • Global
  • Kesehatan
  • Nasional
  • Teknologi
  • Home
  • Global
  • Feri Membawa 133 Penumpang Terbalik, Puluhan Korban Masih Hilang Hingga Kini
  • Global

Feri Membawa 133 Penumpang Terbalik, Puluhan Korban Masih Hilang Hingga Kini

Yunita Kusuma July 21, 2026 4 minutes read
Feri Membawa 133 Penumpang Terbalik, Puluhan Korban Masih Hilang Hingga Kini

Beritalogy – Peristiwa tenggelamnya feri yang membawa 133 orang di lepas pantai Guyana menjadi salah satu kecelakaan laut yang paling menyita perhatian dalam beberapa waktu terakhir. Insiden ini tidak hanya menimbulkan kepanikan bagi para penumpang dan keluarga korban, tetapi juga memicu operasi pencarian besar-besaran yang melibatkan berbagai unsur penyelamat. Hingga kini, puluhan orang masih dinyatakan hilang, sementara proses evakuasi terus berlangsung di tengah tantangan kondisi laut. Tragedi tersebut kembali mengingatkan pentingnya standar keselamatan pelayaran, terutama untuk kapal yang melayani rute jarak jauh dan beroperasi di wilayah dengan karakter perairan yang dinamis.

Baca Juga: 5 Alasan Kematian 16 Tentara AS Picu Perang Iran Berbahaya

Feri Berangkat Menuju Kawasan Pedalaman Guyana

Kapal MV Barima memulai pelayarannya dari Georgetown menuju Port Kaituma pada sore hari dengan membawa 116 penumpang dan 17 awak kapal. Jalur ini merupakan salah satu rute transportasi penting di Guyana karena menghubungkan ibu kota dengan wilayah Essequibo yang berada di bagian barat negara tersebut. Sebelum mencapai tujuan, kapal harus melintasi pesisir Samudra Atlantik lalu memasuki jalur sungai menuju kawasan pedalaman. Rute tersebut dikenal cukup menantang karena dipengaruhi perubahan cuaca dan kondisi gelombang yang dapat berubah dalam waktu singkat. Oleh sebab itu, perjalanan di jalur ini selalu membutuhkan kesiapan teknis serta kewaspadaan tinggi dari awak kapal.

Dugaan Gelombang Besar Menjadi Pemicu Kecelakaan

Berdasarkan informasi awal dari otoritas setempat, feri diduga kehilangan keseimbangan setelah diterjang gelombang besar saat berlayar pada malam hari. Meskipun penyebab pastinya masih diselidiki, indikasi awal menunjukkan bahwa kondisi laut menjadi faktor yang berkontribusi terhadap insiden tersebut. Tim investigasi juga diperkirakan akan meneliti kondisi kapal, prosedur operasional, serta berbagai aspek teknis lainnya. Langkah ini penting agar penyebab kecelakaan dapat dipastikan secara objektif. Dengan demikian, hasil investigasi nantinya dapat menjadi dasar evaluasi untuk meningkatkan keselamatan pelayaran di masa mendatang.

Operasi Pencarian Terus Dilakukan Tanpa Henti

Setelah menerima laporan darurat, pemerintah Guyana langsung mengerahkan tim penyelamat menuju lokasi kejadian. Hingga perkembangan terakhir, 67 orang berhasil ditemukan dalam keadaan selamat, termasuk sejumlah anak-anak. Namun, 66 penumpang lainnya masih dinyatakan hilang, sehingga pencarian terus diperluas ke berbagai titik yang diperkirakan menjadi lokasi hanyutnya korban. Selain kapal milik pemerintah, sejumlah kapal swasta juga turut membantu proses pencarian. Kerja sama tersebut menjadi bukti bahwa penanganan bencana laut membutuhkan kolaborasi yang cepat dan terkoordinasi agar peluang menemukan korban tetap terbuka.

Kesaksian Korban Menggambarkan Situasi yang Sangat Mencekam

Beberapa korban selamat mengungkapkan bahwa kecelakaan terjadi ketika sebagian besar penumpang sedang beristirahat. Dalam waktu singkat, kapal mulai miring sebelum akhirnya terbalik. Kepanikan pun tidak dapat dihindari ketika para penumpang berusaha mencari jalan keluar di tengah kondisi gelap dan ombak yang cukup tinggi. Salah seorang korban mengaku harus bertahan mengapung selama beberapa jam sebelum akhirnya ditemukan tim penyelamat. Kisah tersebut memperlihatkan besarnya tantangan yang dihadapi para korban ketika berusaha menyelamatkan diri di tengah laut terbuka.

Baca Juga: Mengapa Arab Saudi dan Kuwait Melirik Pakistan Tinggalkan Ketergantungan AS

Perlengkapan Keselamatan Menjadi Bagian Penting Investigasi

Pemerintah Guyana menyatakan bahwa kapal telah dilengkapi perlengkapan keselamatan seperti 250 jaket pelampung, dua sekoci, dan enam rakit penyelamat. Meskipun demikian, investigasi tetap akan mengevaluasi bagaimana seluruh perlengkapan tersebut digunakan saat keadaan darurat berlangsung. Dalam banyak kecelakaan laut, ketersediaan alat keselamatan saja belum cukup apabila prosedur evakuasi tidak berjalan efektif. Oleh karena itu, pemeriksaan terhadap pelatihan awak kapal, sistem komunikasi darurat, hingga respons awal saat insiden menjadi bagian penting dalam proses penyelidikan yang sedang berlangsung.

Usia Kapal Kembali Menjadi Sorotan Publik

Selain faktor cuaca, perhatian masyarakat juga tertuju pada usia MV Barima yang diketahui telah dibangun sejak 1939. Walaupun kapal berusia tua masih dapat beroperasi apabila memenuhi standar keselamatan, kondisi tersebut tetap memunculkan diskusi mengenai pentingnya modernisasi armada transportasi laut. Banyak negara kini mulai memperbarui kapal-kapal penumpang dengan teknologi navigasi dan sistem keselamatan yang lebih canggih. Langkah tersebut bertujuan mengurangi risiko kecelakaan sekaligus meningkatkan perlindungan bagi penumpang dalam berbagai kondisi pelayaran.

Tragedi Ini Menjadi Pengingat Penting bagi Keselamatan Pelayaran

Insiden feri di Guyana menjadi pengingat bahwa keselamatan pelayaran harus selalu menjadi prioritas utama. Kondisi cuaca, kesiapan armada, kemampuan awak kapal, hingga kelengkapan prosedur darurat merupakan satu kesatuan yang tidak dapat dipisahkan. Di sisi lain, operasi pencarian yang masih berlangsung menunjukkan besarnya harapan agar lebih banyak korban dapat ditemukan. Ke depan, evaluasi menyeluruh terhadap sistem transportasi laut diharapkan mampu meningkatkan standar keselamatan sehingga tragedi serupa dapat diminimalkan. Dengan demikian, kepercayaan masyarakat terhadap transportasi laut dapat terus terjaga melalui penerapan standar operasional yang semakin baik.

Post navigation

Previous: Tabungan Kelas Menengah Melambat, Simpanan Rp5 Miliar Justru Terus Melejit Signifikan

Related Stories

Turis Israel Diserang di Montenegro, Diteriaki Pelaku Genosida Gaza
  • Global

Turis Israel Diserang di Montenegro, Diteriaki Pelaku Genosida Gaza

Yunita Kusuma July 19, 2026
Zelensky Pecat Menhan Ukraina, Keputusan Mendadak Picu Sorotan Internasional
  • Global

Zelensky Pecat Menhan Ukraina, Keputusan Mendadak Picu Sorotan Internasional

Yunita Kusuma July 16, 2026
Penembakan Agen ICE Tewaskan Pria yang Ternyata Bukan Target Operasi
  • Global

Penembakan Agen ICE Tewaskan Pria yang Ternyata Bukan Target Operasi

admin beritalogy July 14, 2026
Copyright © Beritalogy.com | All rights reserved. | MoreNews by AF themes.