Beritalogy – Pergantian kepemimpinan terjadi di Kepolisian Daerah Bali pada awal Oktober 2026. Brigjen Pol Pasma Royce mendapat penugasan sebagai Kapolda Bali menggantikan Irjen Pol Daniel Adityajaya. Perubahan tersebut menjadi bagian dari rotasi jabatan yang dilakukan Polri terhadap puluhan perwira. Sebelum mendapat tugas baru, Pasma Royce menjabat sebagai Wakapolda Jawa Timur. Sementara itu, Daniel Adityajaya mendapat penugasan baru sebagai perwira tinggi Bareskrim Polri untuk penugasan di luar struktur. Pergantian ini tercantum dalam Surat Telegram Kapolri Nomor ST/2205/X/KEP./2026 tertanggal 2 Oktober 2026. Dengan demikian, rotasi di Bali berlangsung dalam rangkaian perubahan organisasi yang lebih luas dan tidak berdiri sebagai pergantian tunggal.
Baca Juga: Eskalator Stasiun Duri Mendadak Bermasalah, 12 Pengguna Terluka
Dari Wakapolda Jawa Timur Menuju Kursi Kapolda Bali
Sebelum ditunjuk memimpin Polda Bali, Pasma Royce menjalankan tugas sebagai Wakapolda Jawa Timur. Informasi Polda Jawa Timur juga mencatat penugasannya sebagai Kapolda Bali dalam rangkaian perubahan jabatan terbaru. Perpindahan tersebut membawa Pasma dari posisi wakil kepala kepolisian daerah menuju jabatan kepala kepolisian daerah. Dengan tanggung jawab baru itu, ruang lingkup kepemimpinannya juga berubah. Ia akan berada di pucuk kepemimpinan kepolisian tingkat provinsi di Bali. Penugasan tersebut berlangsung bersamaan dengan pergantian Kapolda Jawa Timur. Karena itu, perubahan di Jawa Timur dan Bali menjadi bagian dari rotasi yang sama pada Oktober 2026.
Daniel Adityajaya Mendapat Penugasan Baru di Bareskrim
Pergantian Kapolda Bali juga membawa Irjen Pol Daniel Adityajaya menuju penugasan berikutnya. Setelah sebelumnya memimpin Polda Bali, Daniel ditempatkan sebagai perwira tinggi Bareskrim Polri dalam rangka penugasan di luar struktur. Dengan demikian, perubahan kepemimpinan tidak hanya menghadirkan pejabat baru di Bali. Rotasi tersebut sekaligus menjadi bagian dari pergerakan personel pada tingkat perwira tinggi dan menengah. Beberapa hari sebelum mutasi diumumkan, Daniel masih tercatat memimpin kegiatan Polda Bali. Pada 1 Oktober 2026, misalnya, ia memimpin Upacara Hari Kesaktian Pancasila di Mapolda Bali. Dua hari kemudian, informasi mengenai rotasi kepemimpinan tersebut diumumkan kepada publik.
Pergantian Kapolda Bali Masuk Rotasi 88 Perwira
Penunjukan Pasma Royce merupakan bagian dari mutasi besar di lingkungan Polri. Berdasarkan keterangan resmi, sebanyak 88 perwira tinggi dan perwira menengah masuk dalam Surat Telegram Kapolri tertanggal 2 Oktober 2026. Dari jumlah tersebut, 70 personel mendapatkan promosi atau menduduki jabatan baru. Selain itu, perubahan menyentuh sejumlah posisi strategis di Mabes Polri dan kepolisian daerah. Sebanyak 19 jabatan kapolda turut mengalami pergantian. Fakta tersebut menunjukkan bahwa perubahan di Bali merupakan bagian dari penataan organisasi secara nasional. Oleh sebab itu, konteks mutasi menjadi penting agar pergantian Kapolda Bali tidak dibaca sebagai perubahan yang berdiri sendiri.
Polri Sebut Rotasi Bagian dari Dinamika Organisasi
Polri menjelaskan bahwa mutasi dan rotasi merupakan bagian dari dinamika organisasi. Kadiv Humas Polri Irjen Pol Johnny Eddizon Isir menyebut langkah tersebut dilakukan berdasarkan kebutuhan organisasi. Selain itu, rotasi berkaitan dengan pembinaan karier dan penyegaran dalam pelaksanaan tugas kepolisian. Para pejabat yang memperoleh penugasan baru juga diharapkan segera menyesuaikan diri dengan tanggung jawab masing-masing. Mereka diminta melanjutkan tugas yang telah berjalan serta memberikan pelayanan kepolisian kepada masyarakat. Dalam konteks tersebut, penunjukan Pasma Royce di Bali berada dalam kerangka pergantian jabatan yang lebih luas.
Bali Memiliki Karakter Keamanan yang Khas
Memimpin Polda Bali membawa konteks tugas yang khas karena wilayah tersebut merupakan salah satu pusat pariwisata Indonesia. Pada Februari 2026, Daniel Adityajaya menyatakan bahwa keamanan menjadi salah satu faktor penting dalam menjaga keberlangsungan pariwisata Bali. Menurutnya, kondisi keamanan berkaitan dengan kepercayaan publik dan daya saing pariwisata. Selain aktivitas masyarakat lokal, Bali juga menerima arus wisatawan domestik dan internasional. Kondisi itu membuat isu keamanan, pelayanan masyarakat, lalu lintas, hingga pengamanan kegiatan berskala besar menjadi bagian penting dari pekerjaan kepolisian daerah. Karena itu, keberlanjutan program keamanan menjadi salah satu konteks yang akan menyertai masa kepemimpinan baru Polda Bali.
Baca Juga: MK Tolak Permintaan Denny Indrayana Hadirkan Gibran dalam Sidang
Tantangan Keamanan Terus Berkembang di Pulau Dewata
Dinamika keamanan Bali tidak hanya berkaitan dengan aktivitas pariwisata sehari-hari. Pada September 2026, Polda Bali juga menyoroti perkembangan kejahatan lintas negara yang membutuhkan kerja sama kepolisian lebih luas. Hal tersebut disampaikan dalam konteks konferensi International Association of Women Police di Nusa Dua yang diikuti delegasi dari puluhan negara. Situasi itu menggambarkan bahwa lingkungan keamanan Bali memiliki dimensi lokal sekaligus internasional. Oleh sebab itu, koordinasi dengan berbagai unsur menjadi bagian penting dalam pelaksanaan tugas kepolisian. Bagi Pasma Royce, konteks tersebut akan menjadi bagian dari lingkungan kerja yang dihadapi setelah memimpin Polda Bali. Namun, arah kebijakan spesifik di bawah kepemimpinannya tetap perlu menunggu langkah dan program resmi setelah proses pergantian berjalan.
Rotasi Kapolda Terjadi di Banyak Wilayah Indonesia
Bali bukan satu-satunya daerah yang mengalami pergantian kapolda. Rotasi Oktober 2026 mencakup 19 posisi kepala kepolisian daerah. Perubahan antara lain terjadi di Metro Jaya, Maluku, Kepulauan Riau, Riau, Nusa Tenggara Timur, Jawa Barat, Jawa Tengah, Jawa Timur, dan Bali. Pergantian juga berlangsung di sejumlah provinsi di Sumatera dan Sulawesi. Dengan cakupan tersebut, penunjukan Pasma Royce dapat ditempatkan dalam konteks reorganisasi kepemimpinan kewilayahan Polri. Rotasi dalam skala luas juga berarti sejumlah wilayah memasuki periode transisi kepemimpinan pada waktu yang berdekatan.
Kepemimpinan Baru Membuka Periode Berikutnya di Polda Bali
Penugasan Pasma Royce menandai pergantian pucuk pimpinan Polda Bali setelah periode kepemimpinan Daniel Adityajaya. Tahap berikutnya akan berkaitan dengan penyesuaian tugas dan keberlanjutan program kepolisian yang telah berjalan. Polri sendiri menyatakan pejabat yang menerima amanah baru diharapkan segera beradaptasi serta melanjutkan pelaksanaan tugas. Bagi masyarakat, perubahan kepemimpinan tersebut terutama akan terlihat melalui pelaksanaan pelayanan dan fungsi kepolisian di lapangan. Sementara itu, kebijakan atau prioritas khusus Pasma sebagai Kapolda Bali sebaiknya dinilai setelah ada pernyataan dan program resmi. Dengan pendekatan tersebut, informasi mengenai kepemimpinan baru tetap dapat ditempatkan berdasarkan fakta yang telah tersedia tanpa mendahului langkah pejabat yang baru ditunjuk.
