Beritalogy – PlayStation 1 kembali mencuri perhatian, tetapi kali ini bukan sebagai konsol yang dimainkan di depan televisi. Sony dan Lego menghidupkan kembali mesin game legendaris tersebut melalui set rakitan resmi yang terdiri dari 1.911 keping. Kolaborasi ini diperkenalkan dalam State of Play pada 3 September 2026. Menariknya, bentuk akhirnya dibuat mendekati ukuran konsol asli. Kehadirannya seolah membawa penggemar kembali ke era ketika PS1 menjadi bagian penting dari budaya bermain game pada 1990-an. Namun, produk ini bukan sekadar replika berbentuk balok. Lego memasukkan sejumlah detail interaktif dan kejutan tersembunyi yang memperkuat unsur nostalgia. Bagi pemain lama, melihat desain abu-abu khas PS1 tentu memunculkan kenangan tersendiri. Sementara itu, bagi kolektor generasi baru, set ini menawarkan cara berbeda untuk mengenal salah satu perangkat paling berpengaruh dalam perjalanan industri game modern.
Baca Juga: iPhone 18 Pro Siap Meluncur, Intip Bocoran Spesifikasi, Harga, dan Kamera
Kolaborasi Sony dan Lego Menghidupkan Ikon Era 90-an
Sony memperkenalkan PlayStation generasi pertama pada 1994. Lebih dari tiga dekade kemudian, desain konsol tersebut masih mudah dikenali. Bentuk sederhana, warna abu-abu, penutup cakram bundar, serta tombol pada bagian depan menjadi identitasnya. Karena itu, keputusan menjadikan PlayStation 1 sebagai set Lego terasa masuk akal. Alih-alih membuat interpretasi futuristis, Lego mempertahankan karakter visual konsol klasik tersebut. Set resminya menggunakan nomor produk 72306 dan dirancang sebagai model yang dapat dipajang setelah selesai dirakit. Dari sudut pandang kolektor, pendekatan ini menarik. Produk tidak hanya mengandalkan nama besar PlayStation, tetapi juga memanfaatkan nostalgia desain. Selain itu, kolaborasi resmi Sony dan Lego memberikan nilai berbeda dibandingkan model buatan penggemar. Detailnya dirancang untuk merepresentasikan konsol yang memang pernah menjadi bagian dari masa kecil banyak pemain. Dengan demikian, proses merakitnya dapat menjadi pengalaman nostalgia tersendiri.
Sebanyak 1.911 Keping Membentuk Konsol Berukuran Nyaris Asli
Jumlah keping menjadi salah satu daya tarik utama set ini. Lego membutuhkan 1.911 keping untuk membangun replika PlayStation pertama. Setelah seluruh bagian terpasang, lebarnya mencapai lebih dari 26 cm. Tingginya sekitar 6 cm, sedangkan kedalamannya mencapai 19 cm. Proporsi tersebut membuat model mendekati ukuran konsol aslinya. Karena itu, PlayStation 1 versi Lego tidak terasa seperti miniatur kecil yang hanya mengandalkan bentuk serupa. Ukurannya cukup besar untuk menjadi pusat perhatian ketika ditempatkan di meja kerja atau rak koleksi. Selain itu, jumlah keping yang banyak membuat proses perakitannya menjadi bagian penting dari pengalaman produk. Bagi penggemar Lego, tantangannya justru berada pada perjalanan sebelum model selesai. Sementara bagi penggemar PlayStation, setiap bagian yang mulai terbentuk dapat mengingatkan pada konsol klasik yang pernah mereka gunakan. Perpaduan dua pengalaman tersebut menjadi kekuatan utama kolaborasi ini.
Tombol Power dan Open Dibuat Lebih dari Sekadar Hiasan
Lego tidak berhenti pada bentuk luar. Sejumlah elemen khas PlayStation 1 dibuat agar memberikan pengalaman yang lebih interaktif. Tombol “power” dan “open” pada replika dapat ditekan, menyerupai mekanisme pada konsol aslinya. Detail kecil seperti ini mungkin terlihat sederhana. Namun, justru sentuhan tersebut membuat replika terasa lebih hidup. Pengguna PS1 generasi awal tentu familier dengan pengalaman menekan tombol untuk membuka bagian cakram sebelum memasukkan game. Lego mencoba menerjemahkan memori tersebut ke dalam sebuah model rakitan. Selain itu, warna abu-abu klasik tetap menjadi identitas utama desain. Pendekatan ini menunjukkan bahwa sebuah produk nostalgia tidak selalu membutuhkan perubahan besar. Kadang, detail kecil yang familier justru memiliki dampak emosional lebih kuat. Menurut saya, keputusan mempertahankan elemen interaktif menjadi langkah tepat. Set ini akhirnya tidak hanya menarik dilihat dari kejauhan, tetapi juga menawarkan bagian yang dapat dieksplorasi setelah proses perakitan selesai.
Kejutan Gran Turismo Tersembunyi di Dalam Konsol
Bagian menarik lainnya baru terlihat ketika sisi atas replika dibuka. Lego menempatkan sebuah diorama kecil yang terinspirasi dari Gran Turismo di dalam konsol. Diorama tersebut menghadirkan lintasan balap mini lengkap dengan mobil berukuran kecil. Kehadirannya memberikan lapisan nostalgia tambahan pada PlayStation 1 versi Lego. Gran Turismo sendiri sangat lekat dengan perjalanan PlayStation generasi pertama. Karena itu, pilihan tema balap terasa relevan dengan karakter produk. Lebih menarik lagi, diorama tersebut tidak harus selalu berada di dalam konsol. Pemilik dapat mengeluarkannya dan menjadikannya pajangan tersendiri. Konsep seperti ini membuat set memiliki dua fungsi visual. Dari luar, penggemar mendapatkan replika konsol klasik. Sementara itu, bagian dalam menghadirkan penghormatan terhadap dunia game yang membuat perangkat tersebut begitu dikenang. Ide tersebut juga membuat proses membuka model terasa seperti menemukan kejutan setelah menyelesaikan ribuan keping Lego.
Ape Escape Ikut Mendapat Tempat dalam Replika
Gran Turismo bukan satu-satunya game yang mendapatkan penghormatan. Lego juga menyertakan diorama bertema Ape Escape. Bagian ini menampilkan sebuah pulau kecil dengan karakter monyet yang memakai helm berwarna merah atau biru. Sama seperti diorama Gran Turismo, bagian Ape Escape dapat dilepas dari dalam replika dan dipajang secara terpisah. Pemilihan dua game tersebut membuat PlayStation 1 versi Lego terasa lebih dari sekadar reproduksi perangkat keras. Set ini sekaligus merayakan sebagian kenangan perangkat lunak yang melekat pada generasi konsol tersebut. Bagi kolektor, pendekatan seperti ini memberikan lebih banyak detail untuk ditemukan. Bahkan setelah konsol selesai dirakit, masih ada elemen kecil yang dapat dieksplorasi. Selain itu, diorama membantu menghubungkan bentuk fisik PS1 dengan pengalaman bermain pada zamannya. Tanpa game, sebuah konsol hanyalah perangkat elektronik. Karena itu, memasukkan referensi permainan ke dalam model terasa seperti cara kreatif untuk menceritakan sejarahnya.
Lego PlayStation Lebih Diarahkan untuk Kolektor Dewasa
Meski menggunakan kepingan Lego, produk ini tidak hanya diposisikan sebagai mainan anak. Lego memberikan rekomendasi usia 18 tahun ke atas untuk set tersebut. Arah tersebut cukup mudah dipahami. Banyak orang yang tumbuh bersama PlayStation 1 kini sudah berada pada usia dewasa dan memiliki ketertarikan pada barang koleksi bernuansa nostalgia. Selain itu, jumlah 1.911 keping membutuhkan waktu serta kesabaran dalam proses perakitan. Setelah selesai, ukurannya juga cukup ideal untuk ditempatkan sebagai dekorasi. Tren seperti ini menunjukkan bagaimana produk game lama dapat memperoleh kehidupan kedua melalui medium berbeda. Konsol yang dahulu digunakan untuk bermain kini diterjemahkan menjadi objek pajangan. Menariknya, nilai emosionalnya tidak hilang. Justru, proses merakit satu per satu keping dapat membuat pemilik lebih dekat dengan objek tersebut. Bagi kolektor teknologi retro, produk seperti ini berada di antara memorabilia gaming dan model display premium.
Baca Juga: Fitur Baru HP Android Segera Hadir, Bisa Bantu Kurangi Mabuk Perjalanan
Harga Rp3 Jutaan Menempatkannya sebagai Barang Koleksi Premium
Dengan konsep dan jumlah keping yang ditawarkan, harga Lego PlayStation 1 juga berada di kelas kolektor. Harga resminya ditetapkan US$179,99. Jika menggunakan kurs sekitar Rp17.600 per dolar AS, nilainya berada di kisaran Rp3,17 juta. Tentu, angka tersebut hanya merupakan hasil konversi dan bukan harga resmi untuk pasar Indonesia. Biaya distribusi, pajak, serta kebijakan penjualan dapat membuat harga lokal berbeda. Meski demikian, banderol tersebut menunjukkan target pasar yang cukup jelas. Produk ini lebih cocok untuk penggemar PlayStation dan Lego yang menginginkan barang pajangan spesial. Dibandingkan membeli konsol retro bekas, pengalaman yang ditawarkan tentu berbeda. PS1 asli memiliki nilai historis dan dapat digunakan untuk memainkan game. Sementara itu, versi Lego menonjolkan pengalaman merakit serta estetika koleksi. Oleh sebab itu, keduanya sebenarnya tidak bersaing secara langsung. Mereka menawarkan bentuk nostalgia dengan cara yang berbeda.
Penjualan Dimulai Oktober 2026 dengan Akses Awal untuk Insiders
Penggemar yang tertarik tidak perlu menunggu terlalu lama. Lego menjadwalkan akses awal untuk anggota Lego Insiders pada 1 Oktober 2026. Setelah itu, penjualan untuk masyarakat umum dimulai pada 4 Oktober 2026. Produk akan tersedia melalui kanal resmi Lego dan sejumlah peritel. Jadwal tersebut memberikan waktu sekitar satu bulan setelah pengumumannya di State of Play. Bagi kolektor PlayStation 1, periode awal penjualan kemungkinan menjadi momen yang paling menarik untuk diperhatikan. Terlebih, kolaborasi resmi pertama antara Sony dan Lego untuk mereplikasi konsol PlayStation orisinal memiliki daya tarik tersendiri. Namun, calon pembeli tetap sebaiknya memperhatikan ketersediaan di masing-masing negara. Jadwal dan harga lokal bisa berbeda. Terlepas dari itu, peluncuran ini menunjukkan bahwa perangkat teknologi lama masih memiliki nilai komersial. Selama nostalgia dikemas dengan kreativitas, sebuah konsol berusia puluhan tahun tetap bisa kembali relevan.
PlayStation 1 Membuktikan Nostalgia Gaming Belum Kehilangan Pesona
Ada alasan mengapa PlayStation 1 masih mampu menarik perhatian lebih dari tiga dekade setelah debutnya. Konsol tersebut bukan hanya perangkat elektronik, tetapi bagian dari perjalanan budaya gaming bagi satu generasi. Lego tampaknya memahami nilai emosional tersebut. Alih-alih sekadar membuat kotak abu-abu dari kepingan plastik, perusahaan memasukkan tombol interaktif dan dua diorama game. Ukuran yang mendekati konsol asli juga membuat hasil akhirnya terasa lebih serius sebagai barang koleksi. Menurut saya, justru kombinasi detail kecil inilah yang membuat kolaborasi tersebut menarik. Penggemar Lego mendapatkan proyek rakitan 1.911 keping. Sementara itu, penggemar PlayStation mendapatkan perjalanan nostalgia menuju era game 1990-an. Produk ini tentu tidak menggantikan sensasi menyalakan PS1 asli dan mendengar suara pembukanya. Namun, sebagai penghormatan terhadap salah satu konsol paling ikonik, versi Lego menawarkan cara baru untuk membawa kenangan tersebut kembali ke ruang koleksi.
