Beritalogy – Kasus tewasnya seorang pengusaha di Kota Singkawang, Kalimantan Barat, mengundang perhatian luas setelah polisi mengungkap fakta baru dalam penyelidikannya. Dalang Pembunuhan Pengusaha Singkawang diduga bukan orang asing, melainkan adik kandung korban sendiri. Fakta tersebut mengejutkan banyak pihak karena perkara ini awalnya diduga sebagai aksi penembakan oleh pelaku tak dikenal. Namun, setelah penyidik mengumpulkan barang bukti dan memeriksa sejumlah saksi, arah penyelidikan berubah secara signifikan. Hingga kini, polisi masih melengkapi seluruh alat bukti agar proses hukum berjalan sesuai ketentuan. Di sisi lain, kasus ini menjadi pengingat bahwa motif kejahatan tidak selalu datang dari luar lingkungan keluarga. Oleh karena itu, penyidikan dilakukan secara menyeluruh untuk memastikan seluruh fakta dapat terungkap secara objektif.
Baca Juga: Polisi Ungkap Kronologi Dugaan Pembunuhan Siswi SMP oleh Mantan Pacar Berusia 14 Tahun
Penemuan Korban Menjadi Awal Terbukanya Kasus
Peristiwa tragis itu terjadi di kediaman korban yang berada di kawasan Singkawang Barat pada Senin, 3 Agustus 2026. Korban ditemukan dalam kondisi tidak bernyawa di halaman rumah dengan luka tembak yang menembus tubuhnya. Penemuan tersebut pertama kali diketahui oleh anak korban yang langsung meminta pertolongan setelah melihat kondisi ayahnya. Tidak lama kemudian, laporan disampaikan kepada pihak kepolisian. Aparat segera mendatangi lokasi untuk melakukan olah tempat kejadian perkara dan mengamankan sejumlah barang bukti. Selain itu, polisi juga memeriksa saksi-saksi yang berada di sekitar lokasi. Langkah cepat tersebut menjadi fondasi penting dalam menyusun kronologi peristiwa sekaligus mempersempit dugaan terhadap pihak yang terlibat.
Tim Gabungan Bergerak Cepat Mengungkap Pelaku
Setelah menerima laporan, tim gabungan dari Resmob Polda Kalimantan Barat, Direktorat Reserse Kriminal Umum Polda Kalbar, dan Satreskrim Polres Singkawang langsung melakukan penyelidikan intensif. Penyidik menelusuri rekam jejak korban, memeriksa keterangan saksi, serta menghubungkan berbagai petunjuk yang ditemukan di lapangan. Berkat proses tersebut, penyelidikan berkembang cukup cepat hingga mengarah kepada seorang pria bernama Suchandri yang diduga menjadi eksekutor penembakan. Selain itu, polisi juga menemukan informasi mengenai seorang pria lain yang diduga membantu mengantar pelaku mengambil senapan angin sekaligus menuju lokasi kejadian. Dari sinilah penyidik mulai menduga bahwa aksi tersebut bukan tindak kriminal spontan, melainkan telah direncanakan sebelumnya.
Dugaan Dalang Berasal dari Lingkungan Keluarga Sendiri
Perkembangan penyelidikan kemudian mengungkap fakta yang jauh lebih mengejutkan. Polisi menduga sosok yang merancang pembunuhan tersebut adalah TSP alias Aphin yang merupakan adik kandung korban. Dugaan itu muncul setelah penyidik mengembangkan hasil pemeriksaan terhadap tersangka utama serta mencocokkannya dengan bukti yang telah dikumpulkan. Tidak lama kemudian, Aphin berhasil diamankan bersama seorang pria lain berinisial M yang diduga memiliki peran berbeda dalam perkara tersebut. Temuan ini membuat kasus semakin menyita perhatian publik karena dugaan keterlibatan anggota keluarga sendiri dalam perencanaan tindak pidana berat tergolong sangat jarang terjadi. Meski demikian, penyidik tetap mengedepankan asas praduga tak bersalah selama proses hukum berlangsung.
Pengakuan Tersangka Membuka Arah Penyidikan
Dalam pemeriksaan awal, Suchandri mengakui telah melakukan penembakan terhadap korban. Ia juga menyatakan bahwa tindakan tersebut dilakukan atas permintaan Aphin. Keterangan itu kemudian menjadi salah satu dasar bagi penyidik untuk memperluas penyelidikan dan memeriksa hubungan antarpihak yang diduga terlibat. Namun, polisi tidak hanya mengandalkan pengakuan tersangka. Sebaliknya, seluruh informasi terus diverifikasi menggunakan alat bukti lain agar konstruksi perkara tersusun secara utuh. Pendekatan tersebut penting karena setiap unsur tindak pidana harus dibuktikan melalui proses hukum yang sah. Dengan demikian, hasil penyidikan diharapkan mampu memberikan kepastian hukum sekaligus menghadirkan keadilan bagi seluruh pihak.
Baca Juga: Kepsek SMP di Tana Toraja Dicopot Usai Polemik Larangan Siswi Berhijab
Polisi Telusuri Dugaan Pembayaran Rp90 Juta
Selain mengungkap dugaan peran masing-masing tersangka, penyidik juga menemukan fakta mengenai aliran dana yang diduga berkaitan dengan aksi tersebut. Berdasarkan hasil pemeriksaan sementara, Suchandri mengaku menerima uang sekitar Rp90 juta sebagai imbalan untuk melaksanakan penembakan. Dana itu disebut diberikan secara bertahap sejak November 2025 hingga Agustus 2026. Oleh sebab itu, penyidik kini menelusuri asal-usul pembayaran tersebut guna memastikan apakah seluruh transaksi berkaitan langsung dengan dugaan pembunuhan berencana. Penelusuran aliran dana dinilai penting karena dapat memperkuat pembuktian mengenai adanya perencanaan sebelum aksi dilakukan. Selain itu, bukti finansial sering menjadi bagian penting dalam perkara kriminal yang melibatkan lebih dari satu pelaku.
Penyidik Masih Mengumpulkan Bukti Tambahan
Walaupun tiga orang telah diamankan, proses penyidikan belum selesai. Polisi masih memeriksa saksi tambahan, mengumpulkan dokumen pendukung, serta melengkapi hasil pemeriksaan forensik. Langkah tersebut dilakukan untuk memastikan setiap peran tersangka dapat dibuktikan secara jelas di persidangan. Selain itu, penyidik juga mendalami komunikasi antartersangka sebelum kejadian guna mengetahui bagaimana rencana tersebut disusun. Proses yang teliti menjadi bagian penting dalam penegakan hukum karena setiap keputusan harus didasarkan pada bukti yang kuat. Oleh karena itu, kepolisian meminta masyarakat tidak terburu-buru menarik kesimpulan sebelum seluruh fakta hukum selesai diungkap.
Kasus Ini Menjadi Pengingat tentang Kompleksitas Motif Kejahatan
Perkara ini menunjukkan bahwa tindak pidana tidak selalu dipicu oleh konflik yang terlihat di permukaan. Dalam sejumlah kasus, persoalan pribadi, hubungan keluarga, maupun faktor ekonomi dapat berkembang menjadi konflik serius apabila tidak terselesaikan dengan baik. Meski demikian, motif pasti dalam kasus ini masih terus didalami oleh penyidik sehingga belum dapat disimpulkan secara resmi. Karena itu, masyarakat perlu menunggu hasil penyidikan lengkap dan proses persidangan sebelum membentuk penilaian akhir. Di sisi lain, penanganan kasus secara profesional menjadi kunci agar kepercayaan publik terhadap proses penegakan hukum tetap terjaga. Transparansi, ketelitian, dan pembuktian yang kuat akan menjadi fondasi utama dalam mengungkap seluruh rangkaian Dalang Pembunuhan Pengusaha Singkawang sesuai dengan fakta hukum yang berlaku.
