Beritalogy – Media luar ruang kini tidak lagi sekadar menampilkan gambar besar yang dilihat orang ketika melintas. Teknologi membuat medium tersebut berkembang menjadi pengalaman yang dapat mengajak audiens berinteraksi langsung. Pendekatan inilah yang terlihat dalam kampanye Vaseline Skinvestment hasil kolaborasi Vaseline dan Prisma Group. Kampanye tersebut membawa Prisma Group meraih penghargaan Marketeers Editor’s Choice Awards (MECA) 2026 pada ajang Marketing Hangout 2026, 12 Oktober 2026. Penghargaan diberikan melalui kategori Engaging DOOH Ads Campaign of the Year. Aktivasi yang berlangsung di kawasan Sarinah, Jakarta, menggabungkan digital billboard, teknologi interaktif, dan edukasi mengenai dampak paparan sinar matahari terhadap kulit.
Vaseline Skinvestment Raih Penghargaan MECA 2026
Penghargaan MECA 2026 menjadi pengakuan terhadap pendekatan Digital Out-of-Home atau DOOH yang digunakan dalam proyek tersebut. Prisma Group berkolaborasi dengan Vaseline untuk memperkenalkan konsep Skinvestment kepada masyarakat melalui pengalaman di ruang publik. Alih-alih hanya memasang materi promosi pada layar besar, kampanye dirancang agar audiens dapat terlibat dengan pesan yang disampaikan. Pendekatan tersebut menjadi menarik karena karakter media luar ruang mulai berubah. Dahulu, billboard mengandalkan ukuran dan lokasi untuk memperoleh perhatian. Kini, teknologi memungkinkan sebuah layar menjadi bagian dari aktivitas yang dapat dilihat, dicoba, dan dibagikan oleh audiens.
Giant SPF Cam Menjadi Pusat Aktivasi di Sarinah
Salah satu elemen utama kampanye Vaseline Skinvestment adalah Giant Vaseline Skinvest SPF Cam. Aktivasi tersebut dihadirkan ketika Car Free Day berlangsung di kawasan Sarinah, Jakarta. Pemilihan lokasi mempunyai peran penting karena CFD menghadirkan arus masyarakat dalam jumlah besar dengan karakter audiens yang beragam. Selain melihat materi kampanye, pengunjung dapat berinteraksi dengan konsep yang dibangun di sekitar digital billboard. Dari perspektif pemasaran, pendekatan ini membuat ruang publik berfungsi sebagai titik pengalaman merek. Pesan tidak hanya muncul beberapa detik di layar, tetapi terhubung dengan aktivitas masyarakat yang sedang berlangsung di sekitarnya.
Kampanye Mengangkat Vaseline Gluta-Hya SPF 50
Aktivasi #Skinvestment turut memperkenalkan Vaseline Gluta-Hya SPF 50. Namun, pesan yang dibangun tidak hanya berfokus pada tampilan produk. Kampanye mengangkat pentingnya memahami dampak paparan sinar matahari terhadap kondisi kulit dalam jangka panjang. Audiens diperkenalkan pada beberapa risiko yang dapat muncul, seperti kulit kusam, flek hitam, kerutan dini, dan warna kulit yang tidak merata. Informasi tersebut kemudian diterjemahkan menjadi pengalaman visual melalui Vaseline Skinvest SPF Cam. Pendekatan edukatif seperti ini dapat membuat komunikasi produk terasa lebih kontekstual. Konsumen memahami alasan sebuah produk diperkenalkan, bukan sekadar melihat nama dan kemasannya.
Baca Juga: Job Fair Jakarta Buka 12 Ribu Lowongan Kerja dari 100 Perusahaan
Teknologi Membuat Pesan Perawatan Kulit Lebih Visual
Informasi mengenai dampak sinar matahari sebenarnya bukan tema baru dalam komunikasi produk perawatan kulit. Tantangannya adalah bagaimana menjelaskan pesan tersebut tanpa terasa seperti membaca materi edukasi yang panjang. Vaseline Skinvest SPF Cam mencoba menjawab tantangan itu melalui visualisasi. Ribuan pengunjung CFD diajak melihat gambaran mengenai dampak paparan matahari terhadap kulit dalam jangka panjang. Menurut saya, kekuatan pendekatan ini terletak pada cara informasi diterjemahkan menjadi pengalaman visual. Audiens tidak hanya menerima klaim melalui teks. Mereka diajak memahami konteksnya melalui interaksi yang lebih mudah diingat. Namun, komunikasi visual tetap perlu disertai informasi yang proporsional agar tidak menciptakan persepsi berlebihan mengenai kondisi kulit seseorang.
AI Skin-Check Melengkapi Pengalaman Interaktif
Prisma Group juga menghadirkan mesin penjual interaktif yang dilengkapi fitur AI Skin-check di sekitar videotron. Kehadiran teknologi tersebut membuat aktivasi tidak berhenti pada komunikasi satu arah. Pengunjung dapat berinteraksi dengan perangkat sebagai bagian dari pengalaman kampanye. Penggunaan AI dalam konteks ini memperlihatkan bagaimana teknologi mulai masuk ke strategi pemasaran ruang publik. Namun, fitur seperti AI Skin-check sebaiknya dipahami sebagai bagian dari pengalaman pemasaran, bukan pengganti pemeriksaan medis profesional. Penempatan batas tersebut penting agar teknologi tetap digunakan secara bertanggung jawab. Dari sisi komunikasi, interaktivitas membantu merek menciptakan momen yang lebih personal dibandingkan billboard konvensional.
Siaran Langsung Memperluas Pengalaman di Ruang Publik
Selain aktivitas interaktif, Prisma Group mengintegrasikan siaran langsung melalui media luar ruang di kawasan Djakarta Theater dan Sarinah. Strategi ini membantu memperluas jangkauan pengalaman yang sedang berlangsung di lokasi. Orang yang tidak berinteraksi langsung dengan perangkat tetap dapat melihat aktivitas melalui layar digital. Dengan demikian, DOOH berfungsi sebagai penghubung antara aktivitas fisik dan komunikasi visual berskala besar. Model seperti ini menunjukkan bahwa nilai digital billboard tidak harus berhenti pada jumlah orang yang melewati suatu lokasi. Ketika konten terhubung dengan kejadian nyata, perhatian audiens dapat terbentuk melalui konteks yang sedang berlangsung.
Prisma Group Menggabungkan Media dan Aktivasi
Prisma Group terdiri dari Prisma Advertising, BoostAD, dan PiX Creative Mindworks. Dalam proyek Skinvestment, kemampuan media luar ruang dipadukan dengan konsep kreatif dan aktivasi. Kombinasi tersebut menjadi salah satu faktor penting karena kampanye interaktif membutuhkan lebih dari sekadar ruang iklan. Lokasi, perangkat, konten visual, teknologi, dan perjalanan audiens perlu bekerja sebagai satu pengalaman. Apabila salah satu bagian tidak terhubung, teknologi yang canggih sekalipun dapat terasa seperti tambahan tanpa fungsi jelas. Karena itu, keberhasilan aktivasi DOOH sangat bergantung pada integrasi antara pesan merek dan cara audiens berinteraksi dengannya.
Kolaborasi Vaseline Prisma Group dan WPP Jadi Kunci
Sales Assistant Manager Prisma Group Faisal Rachman menyampaikan apresiasi terhadap kolaborasi dengan Vaseline dan WPP dalam proyek tersebut. Ia menilai inovasi dan aktivasi dapat berjalan seiring berkat kerja sama yang dibangun selama kampanye. Sementara itu, Manager Buying WPP Media Ramadhan menyebut penghargaan tersebut sebagai dorongan untuk terus mengembangkan inovasi media dan membangun koneksi yang lebih bermakna dengan konsumen. Pernyataan kedua pihak menunjukkan satu aspek penting dalam kampanye berskala besar. Ide kreatif membutuhkan koordinasi dari berbagai tim agar dapat diterapkan di ruang publik. Karena itu, kolaborasi antara merek, pengelola media, dan mitra komunikasi menjadi bagian yang tidak terpisahkan dari hasil akhir kampanye.
Digital Billboard Bergerak Melampaui Media Pajangan
Capaian kampanye Vaseline Skinvestment juga menggambarkan perkembangan fungsi digital billboard. Media ini sebelumnya banyak digunakan untuk memperbesar jangkauan visual sebuah iklan. Namun, kemampuan layar digital dan teknologi pendukung memungkinkan format yang lebih dinamis. Konten dapat terhubung dengan aktivitas langsung, perangkat interaktif, hingga pengalaman berbasis AI. Meski demikian, teknologi bukan jaminan sebuah kampanye otomatis menarik. Pesan tetap harus relevan dengan audiens dan mudah dipahami dalam waktu singkat. Justru, teknologi paling efektif ketika membantu memperjelas pesan, bukan ketika menjadi pusat perhatian tanpa hubungan kuat dengan tujuan komunikasi.
DOOH Membuka Ruang Baru untuk Pengalaman Merek
Penghargaan MECA 2026 menjadi momentum bagi Prisma Group untuk memperkuat kiprahnya dalam pengembangan media luar ruang. Pada saat yang sama, capaian tersebut memberikan gambaran mengenai arah perkembangan DOOH. Merek semakin membutuhkan komunikasi yang tidak hanya terlihat, tetapi juga mampu menciptakan keterlibatan. Kampanye Vaseline Skinvestment menjadi contoh bagaimana billboard digital dapat dipadukan dengan aktivasi fisik, teknologi, dan pesan edukatif. Namun, ukuran keberhasilan tetap tidak seharusnya berhenti pada kecanggihan perangkat atau penghargaan industri. Pengalaman yang relevan dan pesan yang benar-benar dipahami audiens tetap menjadi fondasi. Ketika kedua unsur itu bertemu, media luar ruang dapat berkembang dari sekadar tempat memasang iklan menjadi bagian dari pengalaman konsumen.
